Kamis, 18 April 2013

Training of Trainers Proses Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2009 di Bandara Supadio Pontianak



training of trainers proses manajemen risiko di Bandara Supadio Pontianak
Selama tiga hari berturut-turut Bandara Supadio mengadakan training of trainers proses manajemen risiko berbasis iso 31000:2009. Acara dibuka oleh PT General Manager Supadio Pontianak Bpk Yan Setiadi pada tanggal 15 April yang diikuti oleh Karyawan dan PKWT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio, Pontianak. Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang penerapan manajemen risiko berbasis iso 31000:2009 sekaligus memberikan penjelasan secara ringkas pedoman manajemen risiko PT AP II.

Manajemen risiko bukanlah sesuatu hal yang baru. Tetapi sudah ada sejak lama dan sudah diterapkan hanya saja cara pandangnya yang berbeda di setiap individu ataupun perusahaan. Dengan manajemen risiko sebuah perusahaan mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada sehingga dapat menjadi sebuah kekuatan dalam mencapai sebuah sasaran. Dengan mengidentifikasi permasalahan maka akan meminalisir risiko yang mungkin terjadi dan dapat terhindar dari kerugian yang signifikan.

Semoga dengan adanya pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan baik secara individu maupun korporat dan dapat diterapkan dalam ruang lingkup kerja bersama. Bravo PT Angkasa Pura II. (Haris-PNK)

peserta Training membuat analisa stakeholder
presentasi dari dinas komersial


Senin, 15 April 2013

Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta Selenggarakan Sholat Jumat Perdana

Jumat siang, 12 April 2013, pemandangan berbeda tersaji di anjungan atau waving gallery Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta. Menjelang waktu pelaksanaan sholat Jumat sekitar pukul 11.30 tampak para pengguna jasa bandara dan para pekerja di Bandara Soekarno-Hatta bergegas naik ke anjungan melalui tangga yang berdekatan dengan area jajanan Red Corner atau sebelah kiri arrival hall Terminal 1A.

Siang itu merupakan waktu penyelenggaraan sholat Jumat perdana di Terminal 1. Selama ini kaum muslimin para pengguna jasa bandara maupun para pekerja yang hendak menunaikan ibadah sholat Jumat terlebih dahulu harus keluar area Terminal 1 menuju Masjid Nurul Barkah yang lokasinya berada di seberang utara Terminal 1. Kegiatan sholat Jumat ini terselenggara berkat kerjasama antara manajemen Terminal 1 dengan Yayasan Bayt El Samaa yang selama ini menjadi pengelola Masjid Nurul Barkah Bandara Soekarno-Hatta.

Waving gallery Terminal 1A dipilih karena berdasarkan hasil kajian dan observasi di setiap sudut Terminal 1, lokasi ini dinilai paling pas untuk dapat menampung jamaah sholat Jumat perdana yang mulanya diperkirakan akan diikuti sekitar 600 jamaah. Tim observasi lokasi ini terdiri dari perwakilan manajemen Terminal 1 dan Yayasan Bayt El Samaa.

Animo jamaah sholat Jumat yang diimami Ustadz Ahmad Syauqi ini ternyata sangat besar. Diperkirakan jamaah yang hadir mencapai angka seribuan orang sehingga kapasitas waving gallery yang dipersiapkan tidak mencukupi. Dampaknya jamaah yang tidak kebagian tempat menggelar koran sebagai alas sholat.

Seusai sholat Jumat, manajemen Terminal 1 dan Yayasan Bayt El Samaa mengadakan evaluasi sembari makan siang bersama di Ruang Rapat Arjuna Terminal 1. Pada kesempatan itu General Manager Terminal 1, Abiyoso, menyampaikan rasa bahagianya atas kesuksesan penyelenggaraan sholat Jumat perdana di Terminal 1 terlepas dari beberapa kekurangan yang terjadi. “Alhamdulillah sholat Jumat perdana di sini berjalan lancar. Kekurangan yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar dan menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya,” ujar Abiyoso dengan muka berbinar.

“Kekurangan-kekurangan yang terjadi saat ini akan kami perbaiki, seperti masalah sound system yang memerlukan penambahan, begitu juga dengan rak sepatu dan tempat penitipan tas bagi jamaah,” lanjutnya. Mantan GM Bandara Supadio Pontianak ini juga tidak menyangka atas besarnya animo para jamaah yang jumlahnya sampai melebihi kapasitas waving gallery yang disediakan untuk sholat Jumat.

Abiyoso berharap dengan dimulainya penyelenggaraan sholat Jumat di Terminal 1 ini, ke depan para pengguna jasa bandara di Terminal 1 yang ingin menunaikan sholat Jumat tidak perlu jauh-jauh ke Masjid Nurul barkah. Di sisi lain kegiatan ini diharapkan dapat menekan penumpukan mobil yang di parkir di bahu jalan sekitar Masjid Nurul Barkah saat tiba waktu sholat Jumat.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Bayt El Samaa, H. Zain Zainuddin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua tim Terminal 1 yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan ini. Zain menuturkan bahwa pihaknya akan segera melengkapi sarana pendukung sholat Jumat yang dirasa masih kurang. Pekan depan tim dari Yayasan Bayt El Samaa juga akan kembali melakukan pendeteksian arah kiblat karena ditakutkan akan terjadi pergeseran arah. Hal ini disebabkan karena kondisi Terminal 1 yang bentuknya setengah lingkaran. Kekurangan yang terjadi juga menjadi tanggung jawab pihaknya yang nantinya akan terus dikomunikasikan dengan tim Terminal 1.

Penyelenggaraan sholat Jumat di Terminal 1 ini bermula dari banyaknya permintaan pengguna jasa bandara yang menginginkan adanya sholat Jumat di Terminal 1. Seperti disampaikan oleh Toto Murbantoko, Officer in Charge Terminal 1. “Kegiatan ini mulanya datang dari masukan dan permintaan penumpang yang menginginkan adanya sholat Jumat di Terminal 1. Dari situ kemudian kami menggandeng pengurus Masjid Nurul Barkah (Yayasan Bayt El Sama) untuk menyelenggarakan sholat Jumat di sini,” tutur pria yang juga menjadi koordinator sholat Jumat Terminal 1 ini. Setelah mendapat lampu hijau dari Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi, kegiatan ini akhirnya benar-benar terlaksana.(Aze-BSH)

Suasana shalat jumat di anjungan atau waving gallery Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta

Rabu, 10 April 2013

PT. Angkasa Pura II (Persero) Bantu Korban Tanah Longsor di Clilin –Kab. Bandung Barat


 
GM Cab. Husein Sastranegera bersama Unit PKBL PT Angkasa Pura II Foto Bersama dengan Warga Desa Mukapayung
Pemberian Bantuan Secara Simbolis dari GM Cab. Husein Sastranegara kepada Wakil Kepala Desa Mukapayung
Bandung (6/4/2013), PT. Angkasa Pura II (Persero) Cabang Bandara Husein Sastranegara Bandung memberikan bantuan kepada korban bencana longsor di Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh General Manager AP II Cabang Husein Sastranegara Bandung – Eko Diantoro kepada wakil Kepala Desa Mukapayung. AP II memberikan bantuan berupa kebutuhan sandang dan pangan, diantaranya perlengkapan mandi, 45 karung beras 25kg, 640 kardus mie instan, perlengkapan dapur seperti kompor gas dan tabung gas, susu, dan lain-lain.

Bencana tanah longsor di Desa Mukapayung – Cililin, Kab. Bandung Barat terjadi pada 25 Maret 2013 lalu yang mengakibatkan 17 korban tewas , dan 3 diantaranya masih terkubur di tanah longsor.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terkena musibah bencana tanah longsor ini. Pemberian bantuan merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial sekitarnya, khususnya  bagi daerah yang sedang mengalami kesulitan seperti yang dialami masyarakat di Cililin. (RAMOS-BDO)  

Senin, 08 April 2013

Gowes Bareng Komunitas Sepeda di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Peserta Berkumpul di Depan Gedung 601
Tangerang (5/4/2013), PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyelenggarakan  "Gowes Bareng Komunitas Sepeda Bandara Internasional Soekarno-Hatta" yang diikuti oleh karyawan AP II, CIQ, Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, Polresband Internasional Soekarno-Hatta, dan beberapa Polsek dari kecamatan sekitar bandara.

Peserta memulai "gowes" pada pukul 16.00 wib dari gedung 601 menuju GMF dengan mengitari area hanggar. "Gowes" dilanjutkan ke pos Juru Mudi Perimeter Selatan dan tiba pada pukul 16.30 wib. Peserta memanfaatkan waktu 15 menit untuk beristrahat sambil bercengkrama dengan peserta lainya dari berbagai instansi yang beroperasi di bandara internasional Soekarno-hatta. Panitia dari AP II menyediakan minuman segar agar menambah semangat peserta untuk melanjutkan "gowes" ke lokasi berikutnya.

Peserta gowes tiba pada pukul 17.15 wib di pos finish yang berada di dekat danau soewarna. Peserta sangat menikmati kegiatan ini dan berharap PT Angkasa Pura II (Persero) dapat menyelenggarakan "gowes" bareng ini lagi dan menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin di cabang utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta.(Aze-BSH)
Start dari Ged 601 menuju Hanggar GMF dan Perimeter Selatan

Peserta "gowes" Mengitari Area Hanggar GMF
"gowes bareng komunitas Sepada BSH" berlangsung Aman dan Tertib
Peserta Istrahat di Pos Finis di Area Danau Soewarna, Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Jumat, 05 April 2013

Angkasa Pura II Memberikan Bantuan 5 Ambulance untuk Puskesmas di Kubu Raya, Pontianak


PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan bantuan berupa 5 (lima) unit ambulance yang diserahkan oleh Direktur Utama PT AP II Tri S Sunoko kepada Bupati Kubu Raya Muda Mahendra di aula Kantor Bupati Kubu Raya pada hari Kamis 04 April 2013.

Pemberian tersebut merupakan bentuk kepedulian PT Angkasa Pura II (Persero) terhadap lingkungan sekitar Bandara. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) kelima unit Ambulance tersebut akan dipergunakan untuk 5 kecamatan yang terletak di sekitar Bandara Supadio yaitu Puskesmas Sungai Durian, Sungai Raya Dalam, Sungai Ambawang, Sungai Rengas dan Rasau Jaya.

Dalam sambutannya Tri S Sunoko mengharapkan bahwa dengan adanya bantuan tersebut dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar Bandara Supadio dan dapat memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam acara penyerahan ambulance tersebut juga dilakukan penandatanganan serah terima pembebasan lahan pengalihan jalan lintas yang dilakukan oleh GM Bandara Supadio Chandra Dista Wiradi dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendra. Hal ini bertujuan dengan adanya perkembangan Bandara Supadio yang sudah dimulai sejak awal tahun 2012. General Manager Bandara Supadio Chandra Dista Wiradi berharap dengan pembebasan lahan tersebut maka dapat mempercepat perkembangan Bandara Supadio dan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Kalimantan Barat.

Selain acara pemberian bantuan ambulance pada hari yang sama juga dilakukan peresmian posyandu Mekarsari yang terletak di Dusun Sidomulyo, desa limbung, kecamatan sungai raya, kabupaten kubu raya dan siap untuk dioperasikan. (Haris - PNK)

Penandatangan Berita Acara Penyerahan 5 (lima) unit Ambulance antara Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) dengan Bupati Kubu Raya
 
Berfoto Bersama Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Bupati Kubu Raya dan GM Bandara Supadio
Penandatanganan Berita Acara Penyerahan Pembebasan Lahan antara GM Bandara Supadio dengan Bupati Kubu Raya

Peresmian Posyandu Mekar Sari oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) dengan Bupati Kubu Raya

Kamis, 28 Maret 2013

SELAMAT ULANG TAHUN PAK TRI...

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero)
Bapak Tri S Sunoko yang akrab dipanggil dengan Pak Tri, lahir 61 tahun lalu di Jakarta sangat terkesan dengan perayaan ulang tahun yang diselenggarakan disela rapat rutin direksi dan komisaris di lantai 6 kantor pusat Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sejarah singkat Pak Tri antara lain menyandang gelar sarjana Teknik Arsitektur Universitas Trisakti tahun 1983 dan sarjana S2 bidang kebijakan Publik dari Universitas Indonesia tahun 2002. Pernah mengikuti berbagai diklat Airport Engineer Course di Liege, Belgia; Port Management di Den Haag, Belanda dan Airport Strategic Planning di MIT, Boston, Amerika Serikat. Sebelumnya menjabat di berbagai posisi pada Kementerian Perhubungan sebagai Staf Biro Umum tahun (1985-1986), Staf Biro Perencanaan Tahun (1986-1989), Kasubag Evaluasi dan Pelaporan (2002), Athub KBRI Den Haag tahun (2002-2004), Athub KBRI Washington tahun 2007, Direktur Angkutan Udara tahun (2007-2010). Ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) sejak tahun 2010 hingga sekarang.

Kami segenap Karyawan dan Karyawati PT Angkasa Pura II (Persero) mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Pak Tri. Semoga bapak selaku Komandan Besar di perusahaan ini dapat mewujudkan  dan mengimplementasikan standar WORLD CLASS AIRPORT di 13 bandara yang dikelola. Kami dengan segenap tenaga dan pikiran mendukung program yang bapak arahkan...
Bravo AP II (AG-PST)
Perayaan di depan Jajaran Komisaris, Direksi dan Karyawan Angkasa Pura II

Kamis, 21 Maret 2013

KUNJUNGAN KOMISI V DPR RI

Kunjungan Komisi V DPR RI ke PT Angkasa Pura II (Persero) pada tanggal 21 Maret 2013 di Auditorium Kantor Pusat Ged 600 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam rangka meninjau sejauh mana rencana Angkasa Pura II dalam mengerjakan pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Grand Design of Soekarno-Hatta International Airport).

Kegiatan diawali dengan ekspos presentasi dari Kepala PMU Pengambangan Bandara Soekarno-Hatta Bpk Indra Tjahya. Pada kesempatan ini, Beliau menjelaskan tahapan proyek yang dilakukan oleh Angkasa Pura II dengan memperhatikan operasi bandara itu sendiri. 

"Tahap pertama pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Grand Design) ini diawali dengan pengerjaan perluasan terminal 3 (T3 Ultimate). Setelah tahap pertama selesai, tahap selanjutnya ialah pengembangan terminal 2 dan terminal 1. Tahap ke 2 ialah pengembangan terminal 2, segala kegiatan penerbangan dialihkan ke terminal 3 dan begitu juga pada tahap 3, untuk pengerjaan pengembangan terminal 1, kegiatan operasional terminal 1 dialihkan ke terminal 2." terang Bpk Indra Tjahya dalam pemaparannya di depan anggota komisi V,  dan Direksi AP II yang diwakili oleh Direktur SDM dan Umum Bpk R.P. Hari Cahyono, Direktur Pengembangan Kebandarudraan dan Teknologi Bpk Salahudin Rafi beserta jajarannya.

Dengan adanya Grand Design of Soekarno-Hatta Airport ini :
  1. Terminal 3 yang semula menampung 4 juta penumpang per tahun, setelah pengembangan dapat menampung 25 juta penumpang per tahun.
  2. Terminal 2 yang semula menampung 9 juta penumpang per tahun, setelah pengembangan dapat menampung 19 juta penumpang per tahun.
  3. Terminal 1 yang semula menampung 9 juta penumpang per tahun, setelah pengembangan dapat menampung 18 juta penumpang per tahun. 
  4. Sehingga diprediksi di tahun 2015, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat menampung 62 juta penumpang pertahun.
  5. Dilanjutkan dengan pengerjaan Integrated Building, Cargo Village, Commercial Area, New Runway 3 dan New Terminal 4.
  6. Dengan adanya penambahan terminal 4 ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta diprediksi dapat menampung 87 juta penumpang per tahunnya.
Rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau lokasi pengerjaan perluasan terminal 3 (T3 Ultimate) bersama rombongan dari Angkasa Pura II. Komisi V sangat antusias melihat rencana pengembangan besar yang akan dilakukan oleh Angkasa Pura II. Besar harapan dalam pelaksanaannya dapat cepat terwujud dan lancar, sehingga masyarakat Indonesia (Domestik) dan masyarakt asing (Internasional) dapat terlayani dengan baik di negara kita tercinta ini. (AG-PST)
Pemaparan Rencana Pengembangan oleh Bpk Indra Tjahya Selaku Kepala PMU Pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Foto Bersama Direksi AP II, Dirjen Perhubungan, Komisi V DPR RI didampingi oleh Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Lokasi Pengerjaan Perluasan Terminal 3 (T3 Ultimate)
.