Senin, 13 Agustus 2012

Talk show DK dengan Berita Satu






Direktur Keuangan AP II Berhadapan dengan Pengamat Tata Kota dan Pengamat Transportasi Udara

Berita Satu mengundang Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Laurensius Manurung untuk menghadiri talk show siaran langsung dengan tema “Soekarno-Hatta menuju Aerotropolis”. Ikut hadir dalam Talk Show tersebut Elisa Sutanudjaja sebagai Pengamat Tata Kota dan Suharto Abdul Majid sebagai Ketua Forum Transportasi Udara (Pengamat Transportasi Udara Trisakti MTI) pada hari senin tanggal 6 agustus 2012 pukul 19.30 di Graha Citra Jl Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pengembangan bandara Soekarno-Hatta ini banyak menyita perhatian masyarakat, sehingga Berita Satu merasa informasi ini mempunyai nilai berita.
Talk show ini memakan waktu sekitar 30 menit. Beberapa pertanyaan dan pernyataan dari pengamat tata kota dan transportasi udara dilontarkan kepada Bpk Laurensius dapat ditanggapi secara jelas serta memberikan gambaran-gambaran pengembangan bandara Soekarno-Hatta yang dan progressnya sampai target yang ditentukan. Berita Satu merupakan kantor berita televisi yang ditayangkan di tv berlangganan (TV Cable).




Director of Finance of AP II Dealing with the City Planning and the Historic Air Transport Observer


Director of Finance of PT Angkasa Pura II (Persero), Laurensius Manurung was invited by Berita Satu to attend a live talk show with the theme is "Soekarno-Hatta Grows to Aerotropolis". Also present in the talk show, Elisa Sutanudjaja as observers of City and Suharto Abdul Majid as the Chairman of the Forum of Air Transport (Air Transport Observer Trisakti MTI) on Monday the 6th of August 2012 at 19.30 at the Graha Citra General Jl Gatot Subroto, South Jakarta. Soekarno-Hatta airport development has attracted public attention, so Berita Satu considers this information has news value.

This talk show takes about 30 minutes. Some of the questions and statements from observers urban and air transportation posed to Mr. Laurensius can be responded to clearly and provide images of the development of the Soekarno-Hatta airport and progress to specified targets. Berita satu is the  television news broadcast on subscription TV (TV cable)


Senin, 30 Juli 2012

Terminal Baru Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru



Pada hari Senin tanggal 16 Juli 2012, PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mengoperasikan terminal baru Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Dengan luas sekitar 25.000 m2, terminal ini mampu menampung 4 (empat) juta penumpang per tahun, naik dibandingkan terminal lama yang hanya mampu menampung 1,5 juta penumpang. Diharapkan dengan beroperasinya terminal baru ini, target grand launching yang akan dilakukan oleh Presiden RI September nanti dapat berjalan sesuai rencana.

Soft launching berjalan mulus pada hari itu dan terminal baru sudah resmi difungsikan untuk penumpang domestik dan Internasional. Beroperasinya terminal baru tersebut menimbulkan konsekuensi berubahnya akses jalan keluar masuk penumpang maupun pengunjung bandara melalui jalan simpang tiga yang baru, dan tidak lagi melewati jalan di depan Kompleks TNI AU.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal beserta rombongan pejabat pemda dan anggota DPRD Prov Riau, berkesempatan meninjau beroperasinya terminal baru tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa bandara SSK II ini merupakan kebanggaan Riau yang baru.

The New Terminal of Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru

On Monday, July 16th, 2012, PT Angkasa Pura II is officially launched to operate the new airport terminal of Sultan Sharif Kasim II, Pekanbaru. With an area of ​​about 25,000 m2, the terminal is able to accommodate four million passengers per year, while the existing is only able to accommodate 1.5 million passengers. With the operational of the new terminal, it is expected the target of grand launching by the President in September 2012 can go smoothly according to the plan.

Soft launching went smoothly and the new terminal was officially functioned for domestic and international passengers. The operational of the new terminal have changed both of the in and out road access of the airport passengers and visitors through the new road junction.  It’s no longer through the streets in front of the complex of the Air Force.

Riau Governor HM Rusli Zainal and his entourage, local government officials and legislators of Riau Province are reviewing the operation of the new terminal. He said that the SSK II airport is the new pride of Riau.
Bottom of Form

Jumat, 06 Juli 2012

Seminar Perkembangan Airport di Indonesia dan Presentasi Penawaran oleh Perancis

PR Manager AP II bersama Tim dari Perancis

Dalam rangka membuka peluang kerjasama di bidang Airport, Pemerintah Perancis melalui Kedutaan Besarnya di Indonesia mengadakan kegiatan Seminar dan Presentasi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan untuk Pembangunan Bisnis Internasional Perancis ini dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 13 dan 14 Juni 2012 dan bertempat di Grand Hyatt Jakarta serta Gedung AP II.

Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan presentasi-presentasi yang secara garis besar memaparkan tentang perkembangan airport di Indonesia beserta berbagai permasalahannya. Presentasi ini dilakukan oleh pihak AP II, AP I dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Khusus untuk AP II, presentasi dikhususkan pada tujuan utama untuk menjadikan Bandar Udara Soekarno-Hatta sebagai ‘World Class Airport’. Selanjutnya, untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada terkait dengan kondisi airport di Indonesia tersebut, pihak dari Provia yang diwakili oleh Mr Michel Antraigue, Country Representative, memberikan ulasan tentang berbagai penawaran yang diberikan oleh Perancis terkait dengan bidang Airport tersebut. Selanjutnya dilakukan kunjungan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan. Kegiatan hari pertama ditutup dengan kegiatan ramah tamah di kediaman Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Mr Bertrand Lortholary.

Di hari kedua, kegiatan dipusatkan di Auditorium Kantor Pusat AP II.  Secara khusus dilakukan Individual Meeting antara perusahaan-perusahaan Perancis dengan para pejabat AP II yang terbagi dalam 3 sesi. Kita berharap, semoga kerjasama ini akan menciptakan peluang baru bagi kemitraan antara kedua belah pihak, dan juga akan akan lebih memperkuat hubungan yang lebih luas antara kedua negara.

French & Indonesian Airport Development Seminar and Presentation of The French Offer
AlphaIn order to open up opportunities for cooperation in the field of Airport, the French government through the French Embassy in Indonesia held a seminar and presentation activities. Activities organized by The French Agency for International Business Development was held on Wednesday and Thursday, June 13rd & 14th 2012 and held at Grand Hyatt Jakarta and AP II Head Office Building.

On the first day, the activity is filled with the presentations that outline presented on airport development in Indonesia and its development projects. The presentation was conducted by the AP II, AP I and the Directorate General of Civil Aviation. Special to AP II, the presentation is devoted to the primary mission to convert Soekarno-Hatta International Airport into a World Class ‘Airport City’. To address these existing problems associated with airport conditions in Indonesia, the party of Provia, represented by Mr Michel Antraigue, Country Representative, provides reviews of a variety of offerings provided by France relating to the Airport sector. Then, they carried out a visit to the Soekarno-Hatta Airport to see the conditions in the field. The first day's activities closed with a cocktail reception at the French Residence.

The second day of activities held on AP II Head Office Building. Individual meetings between French Companies and their counterparts at PT Angkasa Pura II is divided into three sessions. We hope that this partnership will create new opportunities between two sides, and will also further strengthen the broader relationship between the two countries. (FR)
Individual Meeting


Selasa, 12 Juni 2012

Sosialisasi KM 48 Tahun 2008, KM 13 Tahun 2010 dan KM 14 Tahun 2010


Sosialisasi KM 48 Tahun 2008, KM 13 Tahun 2010 dan KM 14 Tahun 2010
Seperti yang kita ketahui, Bandara Soekarno-Hatta, sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia terus berkembang dengan pesat. Kondisi perkembangan lahan terbangun di kawasan sekitar bandara, terutama pada jalur yang sejajar dengan daerah landasan pacu sebagai area lepas landas, maupun jalur pendaratan pesawat di sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta, semakin meningkat hingga kini. Pesatnya perkembangan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Padahal selain harus menjamin keselamatan operasional penerbangan, hal yang tidak kalah penting adalah bahwa masyarakat di sekitarnya juga harus memperoleh jaminan keamanan dari kemungkinan bahaya kecelakaan pesawat udara dan kebisingan suara pesawat udara pada level/ambang batas yang diperkenankan.
Oleh karena itu harus disadari bahwa keselamatan operasional penerbangan merupakan tanggung jawab seluruh pihak pelaku industri penerbangan, baik regulator, operator juga seluruh masyarakat pengguna dan masyarakat sekitar di bandar udara. Sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam kegiatan operasional penerbangan, salah satunya adalah dengan upaya pengendalian terhadap Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan Batas-Batas Kawasan Kebisingan (BKK).
Terkait dengan hal tersebut, maka pada hari rabu tanggal 06 Juni 2012, diadakan  Acara Sosialisasi KM 48 Tahun 2008 tentang Rencana Induk, KM 13 tahun 2010 tentang Batas Kawasan Kebisingan dan KM 14 tahun 2010 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan di Sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta. Acara sosialisasi ini  dilakukan di ruang auditorium Gedung AP II dan dihadiri oleh unsur instansi pemerintah pusat dan daerah terkait. Pada kesempatan ini, peserta diberikan sosialisasi langsung dari Pejabat Kementerian Perhubungan RI.
Mengingat acara sosialisasi ini sangat erat kaitannya dengan masalah keselamatan operasi penerbangan yang menjadi tanggung jawab AP II selaku pengelola bandara, maka kita juga berharap agar setelah dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat untuk menjadikan Keputusan Menteri tersebut menjadi sebuah peraturan daerah, sehingga akan memiliki kekuatan hukum yang sangat diperlukan untuk menjamin aspek keselamatan operasi penerbangan.


Alpha
Socialization KM 48 Year 2008, KM 13 and KM 14 in 2010 in 2010

As we know, Soekarno-Hatta Airport as the largest and busiest airport in Indonesia continues to grow rapidly. Conditions of the development of land up in the area around the airport, especially on a track parallel to the runway for take-off area, and the path of aircraft landing in Soekarno-Hatta Airport, increasing up to now. The rapid development feared could interfere with flight safety. Yet in addition to ensuring the safety of flight operations, it is no less important is that the surrounding communities also have to obtain security guarantees from the possible danger of aircraft accidents and aircraft noise level/the permitted threshold.

Therefore, it must be realized that the safety of flight operations is the responsibility of the offender throughout the aviation industry, both the regulator, the operator and also the entire community of users and communities around the airport. It's important to enhance security and safety in aviation operations, one of which is to attempt control of Flight Operations Safety Zone (KKOP) and The Limits of Noise Zone (BKK).

In this regard, Socialization KM 48 Year 2008 regarding the Master Plan, KM 13 Year 2010 about Boundary Region Noise and KM 14 Year 2010 regarding Flight Operations Safety Zone around Soekarno-Hatta Airport, was held on Wednesday, June 6, 2012. The event was conducted in the auditorium of AP II Building and attended by central government agencies and related areas.

The socialization is very closely related to flight operations safety issues are the responsibility of the AP II as the manager of the airport, we also hope that after the implementation of this socialization, can be acted upon by the local government to make the decision of the Minister is to be a regulatory region, thus will have the force of law is indispensable to guarantee the safety aspects of flight operations.